Orang bilang aku gemoy, untuk memperhalus kata "obesitas". Saat konsultasi kemarin, salah satu target yang harus ku capai adalah menurunkan berat badan. Salah satunya dengan mengatur pola makan.
Sehari aku hanya makan nasi sekali. Saat pagi. Siang dan malam aku makan dua butir telur. Selain itu snack olahan pabrik.
Ibu guru bilang, mulai sekarang aku harus mengubah pola makan. Harus mulai rajin mengkonsumsi sayur dan buah. Pulang sekolah ku katakan itu pada ayahku. Ayah langsung membelikan ku buah apel dan jeruk. Ayah sebenarnya baik, menyayangiku dengan sangat. Hanya saja terkadang menyebalkan, terutama setelah ia menikah lagi. Perhatiannya tak lagi tertuju kepadaku. Terbagi ke keluarga barunya.
Mau bagaimana lagi. Ini kenyataan hidup yang harus ku jalani. Hidup sebagai anak yang orang tuanya bercerai bukan bagian dari yang ku inginkan.
"Ada hikmah dalam setiap peristiwa" Bu guru mengatakan itu padaku. Hikmah apa? Aku mencoba memikirkannya. Bukankah selama ini hanya rasa sakit dan sedih yang kurasakan? Hmmm... Tunggu sebentar. Bu guru bilang aku salah faham kepada orang tuaku. Terutama kepada ayah, kata bu guru ayah sebenarnya sangat menyayangiku.
Aku sedikit bercerita tentang orang tuaku kepada bu guru. Dari cerita itu, bu guru bilang aku sudah salah faham. Benarkah?
Ayah bekerja sebagai operator sekolah. Bu guru menyimpulkan bahwa ayah orang berpendidikan. Memang benar. Ayah memang kuliah dan jadi sarjana. Kakek dan nenek rela jual sawah untuk biaya pendidikan ayah.
"Tak mungkin seorang terdidik berbuat zolim pada anaknya" Ucap bu guru padaku. Lalu ku ceritakan tentang janji ayah kepadaku bahwa ia akan memberiku hadiah laptop dan sepeda motor jika juara 1 di sekolah.
Ku rasa aku memang selama ini salah faham kepada orang tuaku, terutama kepada ayah. Bersyukur sekali rasanya bertemu dan ngobrol dengan bu guru. Berkat beliau sekarang pandangan ku ke ayah sepertinya mulai berubah. Tentang sikapnya yang sekarang mungkin aku harus mulai memberi permakluman sebesar-besarnya, yang terpenting kebutuhan ku masih ia penuhi. Terutama kebutuhan terkait sekolahku.
Kembali ke soal makanan.
Aku berencana mau menurunkan berat badan. Tapi kebiasaan makanku belum juga mampu ku ubah secara maksimal. Snack-snack di minimarket terlalu menggoda untuk diabaikan. Lalu akhirnya semesta membantuku dengan caranya sendiri. Hari ini seharian penuh gigiku terasa sakit. Kau yang pernah mengalami mungkin akan faham bahwa lebih baik sakit perut daripada sakit gigi. Kalau bisa sih jangan dua-duanya... Hiks!
Sampai malam rasa sakit itu masih terasa. Meski aku sudah minum obat dari dokter, seharian aku tak bisa mengunyah apa-apa. Yang masuk ke dalam perutku hanya air putih dan bubur beras yang dibuatkan nenek untuk ku.
Lalu bagaimana dengan tubuhku?
Saat ini masih seperti semula!
Meski begitu ku harap besok pagi saat bangun rasa sakit di gigi ku hilang, dan aku akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk makan makanan sehat agar semesta tak lagi membantu ku dengan cara seperti ini... Sakit tau!
Selasa, 12 Agustus 2026
By: Kim Noe
Sign up here with your email

ConversionConversion EmoticonEmoticon