Seseorang memerlukan orang lain untuk
mengetahui bahwa dirinya berada pada posisi yang benar atau salah, meski dalam
dirinya telah ada kesadaran tersebut. Sebab, kebenaran tidak ada yang bersifat
mutlak, kecuali keberanan yang berasal dari Tuhan. Maka, sudut pandang secara
holistik dibutuhkan agar bisa menyesuaikan diri dengan kebenaran sejati seperti
yang diperintahkan Tuhan!
Hari ini aku bertanya kepada seseorang
untuk mengetahui noda yang mungkin menempel pada setiap kalimat yang ku
tuliskan. Sebab, aku termasuk seorang peragu yang senantiasa khawatir dengan
setiap kata yang ku tulis dan ku ucapkan. Jangan-jangan kata tersebut akan
menyinggung perasaan orang lain bahkan melukai hatinya. Maka, aku bertanya pada
salah seorang yang ku percaya bisa memberikan jawaban atau tanggapan bijak
terhadap apa yang ku tanyakan.
Aku menunggu dan terus menunggu. Waktu
terus saja berganti dan tak mau berhenti. Dan untung saja waktu terus berjalan,
dan aku masih berada pada arus itu. Jika tidak, maka selamanya pertanyaanku
akan menggantung, syukur-syukur jika memiliki kesempatan mendapatkan jawaban
seperti yang didapatkan oleh Reihan dalam novel yang ditulis oleh Tere Liye,
"Rembulan Tenggelam di Wajahmu".
Sekarang waktu menunggu itu telah
bergabung membentuk angka 7. Tujuh jam sudah aku menunggu, namun respon yang ku
harapkan tak kunjung datang. Sementara itu, kata-kata yang ku tanyakan tersebut
akan ku gunakan besok pagi, ku berikan kepada generasi muda untuk didengarkan
dan dikunyah oleh akal mereka.
Namun, aku lupa pada satu hal. Dia
orang sibuk yang mungkin tak memiliki waktu untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang ku ajukan terkait kata-kata itu. Aku terlalu
bersemangat dengan pertanyaan itu, semangat yang dilandasi oleh kepercayaan
penuh terhadapnya. Dan sekarang, disini aku merasa malu sendiri dalam
detik-detik penantianku, penantian akan jawaban itu! Di tambah dengan rasa
penyesalan, "mengapa aku harus bertanya kepadanya?"
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon