>

Catatan 126: Mendidik dengan Baik, Benar, dan Indah

Mendidik dengan Baik, Benar dan Indah
Salah seorang kawan guru mengabariku tentang perihal siswa binaannya. Ada laporan bahwa siswa tersebut bolos sekolah karena disuruh keluar oleh guru mata pelajaran yang saat itu memiliki jadwal mengajar di kelas binaan kawan guru tersebut. Untuk mempermudah, siswa tersebut kita panggil saja Rey.

Hari itu, Rey terlambat masuk kelas. Ku rasa itu sudah menjadi kebiasaan Rey di sekolah. Dalam mata pelajaran yang ku ampu pun, Rey selalu terlambat, alasannya ke kantin karena belum sempat sarapan, atau ke toilet dan sebagainya. Awalnya keterlambatan itu selalu sembarangan, tanpa pemberitahuan kepada siapapun. Memahami bahwa setiap anak sedang berkembang, dan dalam perkembangannya itu mereka memiliki kehendak, yang oleh guru sebenarnya harus diarahkan agar kehendak tersebut condong ke hal-hal yang positif, maka dalam kelasku selalu ku tekankan bahwa jika jam pelajaran sudah mulai dan mereka ingin meninggalkan kelas untuk suatu keperluan, ku minta mereka meminta izin (sebenarnya pemberitahuan) kepada ketua kelas. Dan itu pun disepakati. Sehingga mulai hari itu, setiap aku masuk ke kelas dan mengecek keberadaan siswa, semuanya jelas berada dimana. Dengan kata lain, aku mencoba untuk membuatnya teratur terlebih dahulu sebelum di arahkan. Sebab, perubahan itu butuh proses. Hanya orang-orang tolol yang menginginkan perubahan dilakukan orang dalam sekejap mata.

Dan kata temanku, hari itu Rey terlambat masuk di kelas salah seorang guru. Tentu saja aku tak tahu kejadian pastinya bagaimana. Hanya saja, aku mencoba menganalisis dari sudut pandang logika, etika dan estetika, serta tanggung jawab seseorang yang memilih guru sebagai identitas.

Menurutku, jika memang siswa melakukan kesalahan, bukan rasa marah yang harus ditunjukkan oleh seorang guru apalagi sampai terjadi pengusiran. Nanti secara tidak langsung akan berefek pada psikologi anak. Kalaupun siswa belum berperilaku baik, maka itulah yang menjadi tugas guru, bagaimana membimbing siswa tersebut bisa berperilaku baik. Jika siswa sudah baik, maka tugas guru apa? Memperbaiki kepribadian siswa itulah salah satu bentuk tugas dan tanggung jawab guru.

Namun, faktanya guru terkait malah melakukan pengusiran siswa dari kelas yang berefek pada bolosnya siswa tersebut. Maka, ku sarankan kepada kawanku untuk membicarakan masalah tersebut dengan guru terkait dengan memberi penjelasan tentang profil yang dimiliki Rey saat ini. Rey memiliki profil yang berbeda dari kawan-kawannya, dan untuk saat ini harus dimaklumi sambil dipikirkan bagaimana langkah yang harus dilakukan agar profil Rey berubah/menjadi lebih baik. Sehingga kebaikan, kebenaran dan keindahan bisa dirasakan bersama.

Maka, mari mendidik dengan baik, benar dan indah!  
Previous
Next Post »