>

Catatan 152: Penambahan Koleksi Perpustakaan Kelas

Apakah itu bukan kabar gembira?
Ketika usaha kami mulai mendapat titik terang, mulai mendapat restu Tuhan...
Ini adalah wacana kami yang mencoba berbaik sangka pada Tuhan beserta segala pesan semesta yang Ia berikan dalam penantian terwujudnya sebuah kabar gembira menjadi kenyataan.
  
3 Nopember 2015. Aku nge-like sebuah status salah seorang kawan yang menampilkan sebuah lapak buku yang bisa dikunjungi. Awalnya aku mengira dia yang posting, tetapi setelah ku perhatikan ternyata ia ditandai. Karena memang suka dengan status itu, maka ku like. Tak nyangka! Ternyata hal tersebut di respon positif dengan menyarankan agar aku meminta bantuan bahan bacaan tambahan pada salah seorang kawannya.

“Beneran nih?” Tanyaku pada kawanku itu dalam kolom komentar facebook.
“Ya mbak!” Jawab yang punya status
“Tapi untuk taman baca saya belum punya, yang ada adalah perpustakaan kelas di madrasah tempat saya ngajar. Kebetulan saya menjadi wali kelasnya” Jawabku
“Coba colek mbak Eka! Semoga bisa dibantu!”
“Sudah saya add tadi, tapi belum di komfirmasi”

Beberapa menit kemudian orang yang dimaksud, Mbak Eka memberikan komentar di kolom yang sama.
“Hai, mbak Kim! Bisa banget! Daftar saja kebutuhannya sekaligus jenis bahan bacaan yang dibutuhkan!”

Mendapat jawaban seperti itu, rasanya seneng luar biasa.  

“Ya, Allah... Terima kasih mbak!” Jawabku.

4 Nopember 2016. Hari ini aku menyampaikan kabar gembira itu kepada siswaku, dan tentu saja mereka sangat bahagia. Koleksi bahan bacaan di perpustakaan kelas akan bertambah. Pesanku pada mereka, “Ini masih kabar gembira, belum menjadi kenyataan. Bisa saja yang berniat ngasih buku itu membatalkan niatnya. Maka, mulai hari ini buatlah kondisi agar kalian pantas untuk mendapat bantuan buku tersebut, dan tentu saja jangan lupa berdoa kepada Tuhan. Sebab kita punya kehendak, orang punya kehendak, dan Tuhan pun  punya kehendak. Maka percayalah bahwa yang berlaku adalah kehendak Tuhan!”
Previous
Next Post »