>

Catatan 168: Kawan Lama

Aku punya kehendak
Kau punya kehendak
Dan Tuhan punya kehendak
Maka yakinlah bahwa yang terjadi adalah kehendak Tuhan

“ Emha Ainun Nadjib “

Aku sudah merasa sangat gembira karena akan bertemu salah seorang kawan lama. Entah mengapa kegembiraan itu hadir begitu saja tanpa alasan. Namun, seperti angin yang hanya lewat begitu saja, kegembiraan itu pun akhirnya berakhir pada upaya pemaknaan. Mencoba tetap berbaik sangka kepada Tuhan, bahwa apapun yang terjadi tak pernah lepas dari kehendak/izin Nya.


Hati dan akal langsung memberikan respon. Melahirkan premis-premis yang memprediksi alasan gagalnya pertemuan itu. Aku sudah mencoba melakukan kontrol agar hati dan akal diam saja, tak perlu bergerak apalagi melahirkan premis-premis yang memberikan kesimpulan akhir. Tetapi bagaimanapun, gerak hati berada di luar kontrol ku sebagai manusia. Jadi, mana bisa pengontrolan terjadi? Yang seharusnya dilakukan adalah menerimanya dengan lapang dada dengan sikap yang jernih agar prasangka-prasangka buruk terkait itu tidak perlu hadir sebab Tuhan telah berfirman, “sebagian dari prasangka itu adalah dosa”
Previous
Next Post »