3 Nopember 2016.
Aku
mulai berkenalan dengan salah seorang anggota Pustaka Sahabat yang salah satu
kegiatannya adalah memberikan sumbangan buku bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
Perkenalan ini diawali dengan rekmendasi salah seorang kawan, lebih tepatnya
kakak kelasku waktu duduk di bangku SMA., Suriani. Dia menyarankan agar aku
meminta bantuan penambahan koleksi buku untuk taman baca.
“Beneran
nih?” Tanyaku takjub.
“Benar
banget kakak!” Balas Yuliana, kawan facebook yang menandai Suriani dalam postingan
statusnya di facebook.
“Caranya
gimana? Tapi saya belum punya taman baca... yang ada perpustakaan kelas yang
dibangun bersama siswa. Disana saya berperan sebagai wali kelasnya. Bisa saya
minta sumbangan buku untuk perpustakaan kelas tersebut?” Tanyaku
“Coba
colek kakak Ekaning Benawi... Insya Allah akan dibantu!” Jawab Yuliana
***
“Hai
mbak Kim Noe , bisa banget! Ntar Pustaka Sahabat akan membantu mensuport, di
data aja kebutuhannya apa? Sekalian jenis bacaannya!” Tiba-tiba Mbak Ekaning
membalas di kolom komentar beberapa saat kemudian.
“Ya
Allah, terima kasih mbak!” Balasku repleks. Gak nyanga akan dapet respon
seperti itu.
“Yang
dibutuhkan saat ini adalah bahan bacaan untuk siswa tingkat SMA/MA mbak, fiksi
dan nonfiksi, terutama yang bisa namah semangat belajar” Imbuhku.
“Oke,
saya punya beberapa buku SMA dan novel. Nanti saya titipkan di teman saya
Fathul Rahman” Balas Mbak Ekaning.
“Terima
kasih mbak. Semoga tetap sehat dan rizkinya lancar!”
***
11 Nopember 2016
Yuliana
memberi kabar bahwa buku dari mbak Ekaning sudah ada di Mataram. “Alhamdulillah!”
Ucapku dalam hati. Dan yang membuatku sangat bersyukur adalah sumbangan itu
kami peroleh tanpa profosal berjilid yang harus diajukan seperti yang umum
terjadi. Modalnya hanya satu “kepercayaan satu sama lain untuk saling membantu
dalam perjuangan mencerdaskan generasi muda”.
***
Yuliana
mengabarkan bahwa buku-buku tersebut dititipkan ke Fathul Rahman yang besok
pagi akan ke Lombok Timur. Aku senangnya luar biasa mendengar hal tersebut. Dan
Tak lupa ku kabarkan hal tersebut kepada siswa. Dan mereka pun tak kalah
gembiranya dan gak sabaran ingin membacanya (Sebagai bukti bahwa anak-anak haus
akan bahan bacaan)
12 Nopember 2016
Fathul
memberi kabar bahwa ia lupa membawa buku-buku tersebut. Itu berarti bahwa
bukunya masih ada di Mataram. Aku berfikir bagaimana caranya agar buku-buku
tersebut segera diterima sama anak-anak (siswa maksudku). Haruskah aku ke
Mataram? Tapi sama siapa? Bingung!
***
15 Nopember 2016
Ku
periksa daftar kontak di handphone ku, mencari nama teman yang kira-kira bisa membantu.
Aha!
Ketemu!
Namanya
Ulfa, mahasiswa IKIP Mataram yang pernah penelitian di SMP dan saat itu aku
berperan sebagai pendampingnya. Di tambah poin penting bahwa dia satu kawasan
dengan tempat tinggalku. Dan ketika ku hubungi, dia siap menjadi utusan untuk
mengambil buku-buku itu untuk kami!
Alhamdulillah!
Terima
kasih Mbak Ekaning Benawi!
Terima
kasih Kak Suriani Mursal!
Terima
Kasih Kak Fathul Rahman!
Terima
kasih Dek Yuliana!
Dan
terima kasih Dek Ulfa!
Tentunya
balasan dari Tuhan adalah yang terbaik,semoga kalian segera mendapatkannya!
Amiiin!
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon