>

Jurnal Kelas X.1: Hari Ketiga Masuk Sekolah


Ada yang berbeda hari ini dengan hari kemarin. Kelas yang sebelumnya kotor sekarang bersih. Terasa lebih nyaman dan menenangkan. Itu berkat gotong royong yang kami lakukan bersama sebelum wali kelas kami hadir di kelas. Namun, karena bak sampah belum kami beli terpaksa kami mengumpulkan sampah di salah satu sudut kelas yang rencananya akan kami bersihkan nanti.

Alat-alat kebersihan belum kami beli. Iuran belum terkumpul. Aku berharap teman-teman menyelesaikan angsuran iurannya besok pagi, sehingga Jumat besok bisa menjadi Jumat bersih di kelas kami.

Seperti yang ku katakan pada tulisan sebelumnya, kami mengeluarkan iuran sebesar Rp7.000,00. Demi menjada kebersihan lingkungan kelas aku menyisihkan uang jajan untuk melunasi iuran itu. Tak perlu lapor ke orang tua. Uang sebesar itu kalau ku minta sama orang tuaku, mungkin tanpa meminta dua kali akan langsung diberikan, karena orang tuaku sangat mendukung segala hal yang berkaitan dengan pendidikanku, apalagi ini demi kenyamanan belajar di kelas. Bagaimana dengan teman-teman? Entahlah, aku tak bertanya, dan belum ada yang cerita soal ini. Tapi, kurasa yang lain juga melakukan hal yang sama. Mungkin juga tidak. Tapi semoga saja tak ada di antara kami yang menjadikan ini sebagai kesempatan untuk mendapatkan uang tambahan lebih seperti cerita-cerita yang pernah ku dengar.

Sekitar pukul sembilan, wali kelas kami datang.

Wali kelas mulai mengabsen kami.

Ada dua orang yang tidak ada di kelas. Dedi dan Faozi. Kabarnya Dedi bolos dan Faozi masih di luar kelas. Namun, beberapa saat kemudian dua orang tersebut hadir. Alhamdulillah, anggota kelas hadir 100%.

***

Pukul 9 lebih beberapa menit.

Wali kelas kami kebetulan juga nantinya akan mengajar kami matematika. Maka, sebagai persiapan awal untuk menghadapi materi pelajaran, Bu guru mengecek kemampuan berhitung kami, dengan memberikan soal secara lisan terkait dengan operasi hitung bilangan, penjumlahan dan pengurangan. Dan akhirnya aku terdeteksi sebagai siswa yang masih lemah dalam melakukan operasi perkalian. Aku masih berpikir cukup lama ketika Bu Guru memberi pertanyaan. Ternyata aku membutuhkan waktu cukup lama untuk menjawab pertanyaan yang seharusnya ku kuasai ketika duduk di bangku SD. Sedih dan malu sekali rasanya. Untungnya Bu Guru memberi solusi terkait hal tersebut. Besok pagi kami akan diberikan bimbingan belajar.

Bu Guru tak memaksa kami untuk ikut bimbingan. Beliau memberikan kebebasan kepada kami untuk memilih ikut atau tidak. Aku mengangangkat tangan sebagai tanda ikut, teman-teman perempuan juga melakukan hal yang sama. Sementara tak ada tangan yang terangkat dari teman laki-laki. Bu Guru mengatakan itu tak masalah, tapi menurutku sangat disayangkan. Tapi mau bagaimana lagi, itu pilihan mereka.

Seperti yang dijanjikan Bu Guru dalam grup WA kelas, kami dibagikan permen. Masing-masing dapat 2 buah permen. Aku tak terlalu suka permen kopi, tapi tak mungkin ku tolak pemberian Bu Guru. Itu namanya menolak rezeki. Maka, ku masukkan permen itu ke dalam kantung tasku. Ku anggap sebagai hadiah pertama yang diberikan Bu Guru kepadaku. Siapa tau nanti di akhir semester aku bisa mendapatkan hadiah yang lebih besar atas prestasi yang mungkin akan ku ukir, sebuah laptop, medali emas atau mungkin tiket umroh yang bisa ku berikan kepada orang tuaku.

Mimpi?

Ingat, kenyataan berawal dari mimpi. Siapa tau kejadian. Toh, mimpi gak perlu bayar.

Gak masuk akal?

Sejak kapan mimpi itu masuk akal? Hahaha… Ku rasa kau juga pernah memimpikan sesuatu hal yang tidak masuk akal. Bertemu dengan Lisa Black Pink? atau menjadi istri gubernur NTB masa depan. Jangan bilang kalau kau mimpi jadi Lady Gaga atau Agnes Monica! Hahaha….

***

Sebelum pulang kami diberikan surat undangan rapat untuk orang tua/wali. Untungnya kedua orang tuaku tak pergi liburan ke Bali, jadi ada kemungkinan salah satunya akan hadir.

Untuk proses bimbingan belajar besok pagi, Bu Guru hanya mengintruksikan kami untuk menyiapkan alat tulis. Gak perlu bawa bakso, apalagi rujak sambal terasi. Cukup hadir sepenuh hati dengan semangat tinggi seperti nonton Gazali bernyanyi.

What?

Kalian nanya siapa Gazali?

Itu loh penyanyi cilokaq yang sekarang lagi viral! Hahaha…

Mari viralkan kelas kita dengan prestasi!

 

Latest
Previous
Next Post »