>

Untukmu yang Memiliki Waktu!

 Hai, salam cinta dan kasih sayang dariku, sebagai manusia dan sebagai orang-orang yang mencoba untuk tetap berjalan di jalan Tuhan.

Apakah kau ada waktu untuk membaca tulisan ini?

Jika ada, lanjutkan.

Jika tak ada, ah sangat disayangkan. Karena dengan begitu, kita tak memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dan bertukar pikiran lebih jauh, untuk sama-sama belajar tentang apa, mengapa dan bagaimana sesuatu harus dipikirkan, lalu ditindaklanjuti dengan cara terbaik yang bisa kita lakukan, sebagai pejalan yang mungkin saat ini sedang kebingungan tentang diri kita, tentang orang lain, tentang alam semesta yang menunggu untuk kita sapa.

Tulisan ini, ku tujukan untuk kamu yang memiliki waktu untuk berhenti sejenak, membaca setiap kata yang ada pada tulisan ini.

Sekali lagi ku katakan, salam cinta dan kasih sayang!

Hal baik apa yang sudah kau lakukan hari ini. Jangan sampai kita hanyalah orang-orang yang melakukan sesuatu tanpa berpikir, melakukan sesuatu hanya karena sesuatu itu harus dilakukan. Mari, mulai hari ini kita pikirkan semuanya, agar setiap pikiran dan perilaku kita sesuai dengan ajaran Tuhan yang dititip melalui laku Muhammad SAW.

Pertama definisikan dirimu, siapakah dirimu saat ini?

Jika kau menjawab, siswa. Maka pertanyaan selanjutnya adalah apa yang harus dilakukan oleh seorang siswa? Salah satu jawaban yang ku prediksi adalah belajar. Sebuah jawaban umum yang sering terabaikan oleh banyak orang. Lalu bagaimana cara belajar yang baik? Agar anugerah Tuhan kepada kita berfungsi dan berperan dengan baik dalam membangun kehidupan.

Satu jawaban coba ku berikan.

Karena kau siswa, maka salah satu hal yang bisa kau lakukan adalah menyiapkan diri. Berikan ruang kosong pada pikiranmu untuk diisi oleh wacana-wacana yang diberikan oleh guru atau mungkin temanmu, melalui kata-kata yang bagi orang lain adalah spele. Tidak, tidak ada hal spele dalam hidup ini. Semua hal bersifat netral, peristiwa pasti terjadi, masalah akan datang. Yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana respon kita terhadap semua peristiwa atau masalah yang hadir. Bukankah sudah menjadi rahasia umum bahwa inovasi besar hadir dari masalah besar, dan pembangunan kembali dimulai dari penghancuran.

Maka, sebelum terlambat mari lakukan sesuatu untuk diri sendiri tanpa melupakan orang lain. Karena bagaimanapun ada konsep Rahmatan Lil’alamin yang harus kita perankan dalam kehidupan. Hancurkan semua ego-mu, hancurkan semua prasangka tak baik yang selama ini kau miliki terutama terhadap dirimu, buktikan bahwa kau bagian dari makhluk terbaik yang bisa menjadi wakil Tuhan untuk memberi rahmat bagi semesta. Sebab, penghancuran yang ku sebutkan tadi tidak berarti meruntuhkan bangunan-bangunan fisik, tetapi bangunan ego yang selama ini mungkin menjulang tinggi dalam diri. Lalu mulailah membangun kerendahan hati untuk mulai mengatakan bahwa aku tak tahu apa-apa, lalu belajar sekuat tenaga, semampu yang kau bisa untuk memperindah diri yang akhirnya memperindah kehidupan, sebab seorang ahli mengatakan bahwa perubahan itu berawal dari diri sendiri.

Salam cinta dan kasih sayang!

Semoga Tuhan meridhoi semua hal yang kita pikirkan dan lakukan! 

Tetebatu Selatan, 18 Juli 2026


Previous
Next Post »