Minggu selalu identik dengan libur, bersantai, dan bermain. Lalu belajar menjadi aktivitas yang dihindari oleh kebanyakan orang, kebanyakan anak.
Tapi, anak-anak ini berbeda.
Sekitar pukul 7 pagi, pintu rumah diketuk sesorang, lalu salam terucap.
"Assalamu'alaikum ibu!" Suara anak kecil berteriak, tidak hanya satu. Tapi dua."Wa'alaukumussalam!" Ucap saya sambil segera menuju pintu.
"Eh, ternyata Indah sama Nesia!" Ucap saya takjub.
"Wah, pagi banget datangnya, masih jam 7 nih!" Ucap saya, mengingat jadwal mereka belajar adalah jam 8 pagi.
"Udah mandi kan tadi?" Tanya saya ke Indah.
"Udah ibu!" Jawab indah dengan penuh semangat.
"Kalau Nesia?" Tanya saya ke Nesia."Udah!" Jawab Nesia singkat.
"Tadi, Indah jemput Nesia?" Tanya saya lagi.
"Nggih".
***
Ada beberapa aktivitas belajar hari ini. Dan seperti biasa selalu dimulai dengan kegiatan mewarnai gambar.
" Ibu, tyang mau mengerjakan yang seperti kemarin" Kata Indah. Maksudnya belajar membaca.
"Ok, ibu ambilkan lembar kerjanya. Tunggu ya!" Jawab saya.
"Nesia mau lanjut mewarnai gambar atau latihan menjawab soal?" Tanya saya ke Nesia. Karena memang dalam proses pembelajaran saya secara tak langsung menanamkan ke anak-anak untuk mengambil keputusan sendiri terkait dengan apa yang mereka lakukan. Sebab, aktivitas yang dilakukan atas dasar kesadaran atau pilihan sendiri selalu berdampak lebih baik.
Sementara itu Aila datang sesuai jadwal. Jam 8.
***
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Bagi Indah dan Nesia ini sudah dua jam mereka belajar, sementara Aila baru satu jam."Nesia udah capek?" Tanya saya.
"Belum!" Jawab Nesia singkat.
"Kalau Indah?" Tanya saya ke Indah.
"Belum" Jawab Indah singkat juga. Dan lagi, dengan mata berbinar.
***
Pukul 10 pagi.
Saya mengatakan ke anak-anak bahwa waktu belajar sudah selesai. Yang mau pulang boleh pulang, yang mau main dulu boleh diam. Dan ternyata tak ada anak yang mau pulang.
Indah meminta spidol, katanya mau nulis di papan tulis. Begitu juga Nesia. Sementara Aila, menanyakan tentang buku cerita anak yang ia baca sebelum nya. Saya pun mengambil beberapa buku untuk mereka pilih. Lalu membiarkan mereka melakukan aktifitas mereka dengan tetap memonitoring nya dari dapur. Kebetulan tadi, ketika anak-anak itu datang, saya belum sarapan.
"Anak-anak, ada yang mau ikut sarapan? Tapi lauknya cuma telur goreng!" Tanya saya.
"Tyg ibu" Jawab Indah dan Aila.
"Kalau Nesia bagaiamana, mau ikutan?"
"Nggeh mau" Jawab Nesia.
"Ok, kalian tunggu sebentar. Ibu siapkan dulu makanannya". Ucap saya. Lalu membuat telur gulung + nasi putih dengan sambal saus sebagai cocolan.
**Catatan di atas hanya sebagian kecil dari apa yang mereka lakukan hari ini. Kalau ditulis semua, bisa sampe jam 11 malem kayaknya saya nulis 😁😁✌
Penyonggok, 10 Mei 2026
Sign up here with your email




ConversionConversion EmoticonEmoticon