>

Kanza, Ikan dan Mutiara

 

Hari itu, karena suatu hal Kanza di titipkan di rumah. Awalnya menolak, tetapi ketika narasi ku bangun untuknya ia akhirnya nurut apa yang ku katakan. 

Sejak kecil (lebih kecil dari saat ini) ia ku akrabkan dengan buku, pensil, krayon dan alat-alat belajar lainnya. Bahkan pernah krayon yang ku beli seharga 20 ribu ia kelupas kulitnya. Hal-hal seperti itu tak masalah bagiku. Yang penting kreativitas nya berkembang dengan baik. 

Hari itu aku memberikannya lembar mewarnai untuk dia kerjakan sambil menunggu ku selesai memasak. 

"Nanti aja diwarnai di rumah" Ucapnya berkali-kali setiap kali aku ingatkan hal tersebut. 

Aku terdiam. Melanjutkan aktivitas memasak. Kebetulan aku memasak ikan cotek basah yang matanya melotot. Kanza menontonku memasak. Katanya mau bantu. Hingga akhirnya timbul dalam pikiran ku untuk membuat narasi kisah tentang ikan dan mutiara. 

"Ikan hanya akan ngasih mutiara nya kepada anak rajin belajar. Kalau Kanza tidak selesaikan gambarnya, ikan bilang kalau ia tidak akan mau memberikan mutiaranya ke Kanza" Jelasku. 

Narasi yang ku bangun tertang ikan dan mutiara ternyata berdampak. Ia mau mewarnai gambarnya. Cukup lama, hingga ia akhirnya ku lihat terkulai, tertidur di meja belajar yang ku berikan untuk nya. 


Penyonggok, 7 Agustus 2026



Latest
Previous
Next Post »