Namaku Maria. Kau bisa memanggilku Meri, boleh juga Ria. Terserah kau saja. Tapi jangan panggil dengan nama selain itu. Kalau kau sampai melakukannya ku pastikan kau tak tenang dalam tidurmu. Aku akan mampir menjadi hantu pengganggu dalam mimpimu. Jadi, jangan ambil resiko. Panggil aku dengan nama yang ku sebutkan tadi. Meri atau Ria
Sekarang usiaku 15 tahun. Aku sudah berada di tingkat menengah atas. Hanya saja aku tidak sekolah di sekolah negeri, tapi sekolah swasta yang bernuansa agama. Lebih tepatnya Madrasah Aliyah di desaku, desa yang terkenal sampai ke mancanegara. Tapi, hari ini aku tidak sedang ingin becerita tentang desaku, apalagi sekolahku. Hari ini aku ingin bercerita tentang hidupku. Siapa tau setelah kau membaca ceritaku kau bisa bersyukur bahwa masih ada orang yang hidupnya lebih tragis darimu. Atau jika kita ternyata mengalami hal yang sama, mungkin kita bisa saling menguatkan, saling mendukung dalam menjalani kehidupan.
Hari ini aku tinggal dengan nenek dan kakekku. Kata nenek aku sudah bersamanya ketika masih berusia 4 tahun. Bukan karena orang tuaku meninggal atau pergi merantau. Mereka bercerai. Bagaimana rasanya? Hmm... Aku tak ingin mengatakan apapun tentang ini. Aku khawatir kata-kataku melukai hati nenekku. Orang yang merawatku hingga aku tumbuh dengan baik, di tengah semua rasa sedih yang ku rasakan.
Aku tak mengatakan bahwa kedua orang tuaku tak memberiku perhatian. Hanya saja, perhatian yang mereka berikan kepadaku tak seperti yang ku harapkan. Apalagi ketika mereka mulai memiliki keluarga baru, aku merasa seperti terabaikan. Ulang tahunku tak mereka ingat lagi, bahkan kata-kata kejam sering keluar dari mulut mereka tanpa saringan.
Tapi, mau bagaimana lagi. Itulah kenyataan hidup yang harus ku jalani. Kata bu guru, masalah akan selalu datang menghampiri, yang terpenting dari masalah itu adalah bagaimana kita akan menyikapinya, apakah mengeluh, protes kepada Tuhan kenapa Dia memberi jalan hidup yang seperti ini atau kita memilih bersabar sambil melihat masalah itu sebagai cara Tuhan untuk mendidik kita lebih kuat dalam hidup hingga akhirnya kita bisa memperoleh hadiah terbesar dariNya, apalagi kalau bukan perjumpaan dengan-Nya.
Senin, 10 Agustus 2026
By: Fathiya & Kim Noe
Sign up here with your email

ConversionConversion EmoticonEmoticon