>

Pertalite

Jarum tangki minyak motor sudah berada di tengah. Biasanya, aku langsung isi ulang bensin. Sudah menjadi kebiasaan. 

Aku pergi ke madrasah untuk nitip tugas untuk siswa. Hari ini aku ada keperluan di Masbagik. Tak bisa hadir di madrasah tepat waktu. Sekalian juga tadi pergi ngantar sampah ke Tempat Pembuangan Sampah yang letaknya tak jauh dari madrasah. Untuk ke sana harus melalui madrasah. 

Pedagang eceran bensin di lekong pituq terlihat sepi. Tak ada jejeran botol berisi bensin pertalite. Hanya satu pedagang yang memahang botol bensinnya, tapi berisi Pertamax. Aku bukan pengguna. Bukan karena tak mau beli bensin jenis itu, selain harganya mahal ku dengar dari orang bahwa kalau bensin sampai bercampur (pertalite dan Pertamax) bisa berdampak negatif pada mesin motor. Aku tak mau ambil resiko. 

Aku pergi ke pedagang bensin di Otak Bangket. 

"Mana bensinnya bu?" Tanyaku ke pedagang karena melihat hanya jejeran botol kosong di rak nya. 

"Baru saja habis, yang ada hanya Pertamax. Tapi belum diisi" Jelasnya. 

"Oh, begitu. Ya sudah bu. Mari! " Ucapku dengan sopan. 

Aku pulang. 

Nanti bisa isi dalam perjalanan ke Masbagik. 

*** 

Sekitar pukul 9.30 aku berangkat. Aku berharap bisa beli di tangglok. Biasanya di sana banyak. 

Faktanya, nihil. 

Dua pengecer bensin yang biasanya punya stok melimpah menampilkan wajah rak dalam keadaan kosong. 

Harapanku ku pindah ke kotaraja. Sama. 

Lalu berpindah ke Dasan tinggi. 

Hanya ada Pertamax. 

Aduh... Gimana ini. 

Sepanjang perjalanan, mataku tetap mencari pengecer Pertalite. Sepi.

"Tuhan, tolong izinkan aku bisa membeli pertalite, sebotol saja" Do'a ku dalam hati. 

Aku melanju. Melewati belokan Rungkang. Lalu pertempatan Kesik. Masih belum tampak penjual pertalite. 

Begitu melewati perempatan Kesik, mungkin sekitar 500 meter akhirnya aku menemukan yang ku cari. Satu rak penuh berisi pertalite. Aku tak sempat menghitung berapa botol yang tersedia. Mungkin sekita 10 botol. 

Aku membeli 1 botol. Kalau beli 2 mungkin gak muat. Juga akan banyak orang yang butuh bensin itu, melihat konsidi hari ini. 

Hari ini, harga Pertalite masih di angka Rp13.000, 00 di pengecer. Bahkan kalau pedagang nya jual Rp15.000, 00 pun pasti ku beli melihat kondisi hari ini. Untung pedagang tersebut masih memiliki sisi kemanusiaan yang tak memanfaatkan keadaan untuk meraup keuntungan berlebih. Apalagi sempat ku dengar tadi katanya ke temannya bahwa untuk mendapatkan bensin hari ini harus nunggu 3 jam. 

Terima kasih Tuhan. 

Bensin untuk hari ini dan besok aman. 

Sehingga aktivitas ke sekolah tak perlu terganggu. 


Penyonggok, 4 Agustus 2026

Previous
Next Post »