>

Catatan 101: S2

S2

Aku selalu kagum kepada mereka yang dengan enteng mengatakan bahwa “sekarang ijazah S1 tak terlalu berguna, dengan aturan yang ada minimal kita harus memiliki ijazah S2, jika tidak maka kita tidak bisa menjadi apa-apa”.

Aku selalu terpesona pada mereka yang rela “mengeluarkan puluhan juta hanya untuk melakukan ketidakjujuran dengan menjadikan kuliah S2 hanya sebagai formalitas, dapet ilmu gak penting, yang penting dapet gelarnya dan tentu saja dapet ijazahnya”.

Aku selalu terkesima dengan mereka yang karena memiliki gelar master menunjukkan sikap arogan pada orang-orang yang untuk gelar sarjana saja belum tentu dapet.


Aku selalu takjub pada mereka yang rela menjual harga dirinya (berbuat tidak jujur) hanya untuk segera menyelesaikan tugas akhirnya (baca: skripsi) dan tanpa sadar menjadikan dosen-dosen sebagai berhala-berhala baru yang lebih ditakuti daripada Tuhan. Apalagi ketika beberapa diantaranya berkata, “biar segera bisa S2”
Previous
Next Post »