S2
Aku selalu kagum kepada mereka yang dengan enteng mengatakan
bahwa “sekarang ijazah S1 tak terlalu berguna, dengan aturan yang ada minimal
kita harus memiliki ijazah S2, jika tidak maka kita tidak bisa menjadi
apa-apa”.
Aku selalu terpesona pada mereka yang rela “mengeluarkan
puluhan juta hanya untuk melakukan ketidakjujuran dengan menjadikan kuliah S2
hanya sebagai formalitas, dapet ilmu gak penting, yang penting dapet gelarnya
dan tentu saja dapet ijazahnya”.
Aku selalu terkesima dengan mereka yang karena memiliki gelar
master menunjukkan sikap arogan pada orang-orang yang untuk gelar sarjana saja
belum tentu dapet.
Aku selalu takjub pada mereka yang rela menjual harga
dirinya (berbuat tidak jujur) hanya untuk segera menyelesaikan tugas akhirnya
(baca: skripsi) dan tanpa sadar menjadikan dosen-dosen sebagai berhala-berhala
baru yang lebih ditakuti daripada Tuhan. Apalagi ketika beberapa diantaranya
berkata, “biar segera bisa S2”
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon