
“Ketika
kepemimpinan itu sebatas kelas atau kelompok kecil maka terima saja dan niatkan
sebagai tempat belajar untuk memimpin, tetapi jika wilayah kepemimpinan itu
lebih luas tentu perlu dipikir-pikir” Jawabku. Aku tak tahu apakah itu jawaban
yang harus diberikan atau tidak, tetapi keyakinanku mengatakan bahwa itulah
jawaban terbaik yang harus diberikan. Sebab setiap orang harus memiliki jiwa
pemimpin, minimal untuk kepemimpinan untuk diri sendiri.
Jika
ada pemimpin maka akan ada yang dipimpin. Dan pemimpin akan dimintai
pertanggungjawaban atas semua hal yang terjadi di wilayah kepemimpinannya. Itulah
mengapa ku sarankan kepada Humaira agar ia memikirkan kembali kepercayaan itu
jika ternyata wilayah kepemimpinanya cukup luas, sebab melihat siapa dia
sekarang dan kapasitas yang ia miliki tentu banyak hal yang akan luput dari kewajiban
yang harus ia jalani sebagai seorang pemimpin. Bukan aku meremehkan kapasitas
yang ia miliki hari ini, tetapi karena aku mengenalnya cukup baik maka
kuberikan jawaban itu. Ia adalah salah seorang yang mulai memiliki kesadaran
kritis terhadap realita yang ada, hanya saja kesadaran itu masih dalam tahap
awal. Jadi, ia harus banyak belajar sebelum akhirnya menerima kepercayaan orang
lain dalam hal kepemimpinan dalam skala yang luas. Apalagi melihat situasi dan
kondisi hari ini, bisa saja bahwa kepercayaan diberikan oleh orang-orang
tersebut memiliki motif yang tidak baik. Bukan bermaksud berburuk sangka,
melainkan waspada.
Menarik
garis dari hal tersebut dan melihat realita yang terjadi hari ini dimana
kepemimpinan menjadi barang rebutan oleh beberapa orang atau beberapa golongan
yang akhirnya bahu membahu berjuang merebut posisi itu, bahkan tak segan-segan
melakukan pelanggaran etika kemanusiaan, mencederai norma-norma yang kemudian
oleh generasi dianggap sebagai suatu hal yang lumrah. Kepemimpinan identik
dengan tanggung jawab atas setiap nasib masyarakat yang ada diwilayah yang
dipimpin, mulai dari pendidikan, kesehatan dan sebagainya dimana kepempimpinan
itu akan dimintai pertanggungjawaban oleh Tuhan. Tetapi mungkin ketika ambisi
untuk memimpin itu memuncak, orang-orang itu tak sempat berfikir tentang hal
tersebut kecuali melihatnya sebagai suatu kehormatan untuk meraup keuntungan
yang bersifat material.
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon