Tak cukupkah pengalaman
sebelumnya mengajarkanmu tentang makna, tentang akibat dari tindakan
tergesa-gesa yang kau lakukan yang membuatmu akhirnya berada pada titik
penyesalan?
Tentu saja setiap manusia
mengalami resah dan kebingungan atas beberapa kondisi yang dihandapi. Namun,
bukan menjadi alasan untuk mengeluhkan semua rasa itu. Diamlah sejenak,
bebaskan pikiranmu dari segala berhala yang kau takutkan yang sebenarnya tak
mampu berbuat apapun kepadamu. Ya, kaulah yang sebenarnya menganiaya
diri, berhala-berhala itu hanyalah benda mati yang tanda sadar lebih kau takuti
dari pada Tuhan.
Kau bilang bahwa kau bertemu
dengan orang-orang gila. Dari mana kau tahu bahwa mereka gila? Atau
jangan-jangan kaulah yang gila, namun menyangka diri waras.
Baiklah akan coba ku renungkan
penjelasan darimu. Pertama, kau mengatakan telah bertemu dengan orang-orang
yang mengatakan bahwa mereka mencintai Rasulullah SAW tetapi justru memiliki
pola hidup yang sangat berbeda dengan beliau (baca: Rasulullah). Lalu bagaimana
dengan hidupmu sendiri? Pernahkah kau memperhatikan dan mengevaluasi diri
sejauh mana keteladanan yang diberikan oleh Rasulullah kau ikuti? Atau
jangan-jangan kau hanya meneladani janggut beliau saja tetapi tidak yang
lainnya, meneladai tindakan poligami yang beliau lakukan tanpa kau analisis
siapa perempuan-perempuan yang beliau jadikan istri, dan jangan-jangan kau pun
termasuk orang-orang yang suka memotong-motong ayat suci, hanya mengambil yang
mendukung kepentinganmu padahal itu masih dalam tanda koma.
Kedua, kau bilang bertemu dengan
mereka yang menjadikan peran guru sebagai profesi tanpa tanggung jawab. Lebih
sibuk ngurus gaji dan tunjangan daripada mengurus moral siswa. Bahkan tak
jarang mereka (baca: guru) yang karena tuntutan sistem tanpa sadar merusak
moral yang dimiliki siswa. Terkait dengan ini kau bercerita kepadaku bahwa salah
seorang sepupumu yang sekarang duduk di bangku SMA membuang kejujuran dalam
mengerjakan tugas-tugas yang diberikan gurunya setelah kecewa dengan sikap yang
ditampilkan sang guru. Lalu bagaimana dengan dirimu? Bukankah sekarang kau
telah menjadi guru. Apakah kau mau tetap mendidik para siswamu tanpa di gaji?
Maka, sebelum kau bilang bahwa
orang-orang yang kau temui adalah orang-orang gila, diamlah sejenak untuk
berfikir tentang semuanya. Karena bisa jadi kaulah sebenarnya yang gila
sehingga membuatmu terasing dengan pikiranmu sendiri.
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon