>

Terjaga

 

Sekarang jam telah menunjukkan pukul 03.07 am. Dini hari. Ini seperti yang ku rencanakan sebelum tidur tadi. Ku minta Tuhan membangunkanku lebih awal, sebab ada beberapa hal yang harus ku selesaikan. 

Pertama, aku belum sholat isya. Tubuhku kelelahan setelah aku memasak makan malam. Aku mencoba istirahat dengan mewarnai gambar, dan menyeduh segelas kopi sachet dengan harapan bisa memulihkan tenaga. Hasilnya nihil. Tubuhku tak bisa kompromi lagi. Maka sekitar pukul 22.30 WITA ku putuskan untuk istirahat sambil berharap Tuhan membangunkanku tengah malam nanti, untuk melaksanakan kewajiban ku sebagai hamba-Nya. 

Kedua, seragam sekolah anakku belum ku setrika. Terkait ini memang sengaja ku lakukan sebagai Privilege yang bisa ku berikan untuknya, agar ia bisa fokus belajar, upgrade pengetahuan dan keterampilan. Sama seperti yang dulu ibuku berikan kepadaku. Bagi beberapa orang ini salah, tapi bagiku tidak. Aku ingat bagaimana ilmuwan di suatu tempat memiliki privilege dilayani semua kebutuhan dasar hidupnya, sementara tugasnya hanya belajar dan melahirkan inovasi. 

Ada banyak argumen terkait hal ini. Tapi, biarlah. Yang tahu hal terbaik bagi diri adalah diri sendiri. Saat ini kemampuan ku dalam memberikan fasilitas pendukung bagi perkembangan skill anakku masih terbatas. Jadi, sebagai seorang ibu, ini salah satu hal yang bisa ku berikan. 

***

Aku terjaga sebelum pukul 1 dini hari. Ada rasa malas sebenarnya yang hadir, tapi ku usir rasa malas itu dengan mengingat semua hal yang tadi ku ceritakan. Oh ya, lembar kerja siswa untuk pembelajaran hari ini belum ku siapkan. Hmm.. Untung ada AI yang bisa membantu melakukannya. 

Aku bangun, sholat isya. Lalu mulai menyetrika sambil membuka YouTube. Beberapa video muncul. Ku pilih video yang menampilkan Abu Marlo yang berbicara tentang mindset. Setelah selesai lalu video Helmi Yahya yang mewawancarai Gita Wiryawan tentang Indonesia 2045. Ada banyak ilmu dan informasi yang ku dapatkan yang semoga bisa ku manfaatkan sebagai referensi menjalani kehidupan yang lebih baik, sebagai manusia, sebagai pendidik, dan sebagai hamba Tuhan. 

Dan dari podcast tersebut ku dapatkan informasi bahwa rata-rata IQ orang Indonesia tahun ini adalah 84. Hmmm.... Mari berbenah bersama! 


Penyonggok, 5 Agustus 2026

Satu jam lebih menuju waktu subuh. 

Previous
Next Post »